Bohemian Rhapsody (2018) Review

Intro

Bohemian Rhapsody adalah film yang disutradarai oleh Bryan Singer dengan penulis cerita Anthony McCarten dan Peter Morgan. Dibintangi oleh Rami Malek sebagai Freddie Mercury, Gwilym Lee sebagai Brian May, Ben Hardy sebagai Roger Taylor dan Joe Mazzello sebagai John Deacon. Diproduksi oleh 20th Century Fox, film ini sangat ditunggu tunggu oleh penggemar setia band Queen. Film ini berfokus pada Freddie Mercury tentang kehidupannya di dalam dan luar panggung.

Impression

Pertama mengetahui film tentang Queen akan dibuat, saya sebagai penggemar Queen antusias menunggu keluarnya film ini. Disini diceritakan Freddie Mercury sebagai seorang blasteran Indian-British yang kurang taat pada aturan di keluarganya. Freddie suka pergi ke klub malam, dimana dia melihat band yang menurutnya potensial dan ingin bergabung dengan mereka. Disinilah cikal bakal Queen terbentuk. Setelah merilis single pertama “Killer Queen” pada 1974, mereka mulai dilirik oleh produser ternama. Di film ini diceritakan proses pembuatan lagu lagu terkenal mereka, seperti “Bohemian Rhapsody”, “Love of my life”, “Another one bites the dust” dan lain lagi.

Film ini sungguh sangat memanjakan mata penikmat Queen, namun di sisi lain banyak plot hole. Mungkin 134 menit tidak cukup untuk menceritakan siapa itu Queen. Tapi menurut saya wajar saja, karena film ini jauh lebih berfokus pada kehidupan pribadi Freddie, mulai dari seksualitas, keluarga sampai kualitas bermusiknya. Cast disini sungguh gila, mereka bisa bertransformasi dengan sangat epik seolah olah mereka adalah Queen itu sendiri. Terutama Rami (Freddie), dia sungguh menjalankan perannya tanpa cela. Energi dari Freddie seperti merasuki Rami, dengan gaya khasnya di panggung membawa mic dengan gagang dan berjalan dari satu sisi panggung ke sisi lain.

Scene terbaik dalam film ini tentu saja dari “Live Aid”. Live Aid sendiri adalah konser penggalangan dana untuk orang orang di afrika yang kekurangan makanan, dan diisi oleh penyanyi terkenal sedunia, seperti Bob Dylan, Paul McCartney, Led Zeppelin. Queen sendiri hampir tidak ikut jika Freddie tidak memutuskan untuk kembali ke band tersebut. Saya sudah pernah melihat Live Aid di Youtube, namun kali ini sensasinya berbeda. Setelah mengetahui perjuangan Freddie dkk, pandangan saya terhadap konser ini berubah. Sebagai catatan, konser ini tercatat sebagai siaran langsung terbesar di dunia. 72 ribu orang menonton Queen saat itu dan apa yang mereka tidak ketahui adalah Freddie saat itu sudah dalam kondisi yang memprihatinkan. Saat latihan, Freddie tampak tidak mencapai nada tinggi atau bahkan kadang tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali. Namun saat konser, Queen benar benar membakar panggung tersebut.

Verdict

Sebagai penikmat Queen, saya sangat terhibur dengan film ini. Sedih, emosional dan gila dalam waktu bersamaan. Film ini membuat saya tidak berpaling ke ponsel saya sama sekali. Rami Malek deserves an Oscar.

Final Score

9.5/10

Writer: Gamas Adi Aryana ( http://instagram.com/addygams )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s