Doctor Sleep (2019) Review

Intro

Doctor Sleep adalah film horror terbaru dari Warner Bros Pictures, yang disutradarai oleh Mike Flanagan, serta dibintangi oleh Ewan McGregor, Rebecca Ferguson, dan Kyleigh Curran. Film yang merupakan adaptasi novel karya Stephen King dengan judul yang sama, yang juga sekuel dari novel The Shining ini menceritakan tentang kehidupan Danny Torrance (Ewan McGregor) 39 tahun setelah kejadian yang dia alami di hotel Overlook. Kali ini, Danny bertemu dengan anak remaja bernama Abra (Kyleigh Curran) yang juga memiliki kemampuan khusus, dan mereka berdua harus melawan sekelompok makhluk yang memangsa manusia dengan kemampuan khusus, yang diketuai oleh Rose the Hat (Rebecca Ferguson).

Impression

Doctor Sleep ini sepenuhnya menceritakan tentang Danny Torrance, kira-kira 39 tahun setelah kejadian di hotel Overlook. Pola penceritaan di Doctor Sleep ini dibagi menjadi tiga bagian, dengan bagian awal merupakan opening sequence yang menjelaskan apa yang terjadi tepat setelah peristiwa di hotel Overlook, dilanjutkan dengan main story sequence yang menceritakan hidup Danny Torrance dewasa yang berusaha untuk menutupi kemampuan khususnya, sekaligus mengalami masalah baru, dimana muncul manusia dengan kemampuan khusus serta sekelompok orang yang memangsa manusia dengan kemampuan khusus, dan diakhiri dengan ditutupnya arc yang sudah dibangun semenjak The Shining, yang terasa sangat rapi dan tidak dipaksakan, sehingga memicu penonton untuk semakin larut dalam cerita yang ada dalam Doctor Sleep. Ketika The Shining memunculkan misteri-misteri yang menggantung setelah menontonnya, Doctor Sleep ini hadir untuk menjawab sebagian besar misteri tersebut, yang akhirnya melengkapi potongan puzzle yang sudah dibangun pada The Shining.

Doctor Sleep ini terlihat menghargai The Shining, dimana Doctor Sleep ini banyak sekali mereferensikan hal-hal yang sudah dibangun di The Shining, dan menghubungkannya secara halus dengan cerita yang muncul di Doctor Sleep, membuat Doctor Sleep menjadi sebuah sekuel yang membuat penikmat The Shining akan sangat kegirangan, bahkan setelah Doctor Sleep berakhir. Seriusan deh, dari awal mulai, kita udah disuguhin opening sequence yang benar-benar menampilkan ulang satu adegan ikonik yang muncul di The Shining, dengan representasi yang terasa hampir 100% akurat. Selain itu, ada beberapa shot yang mengingatkan kita dengan The Shining, yang bikin Doctor Sleep ini juga terasa nostalgic.

Karakter dari Doctor Sleep ini lebih banyak ketimbang The Shining, ya tentu saja karena dunia yang ditampilkan di Doctor Sleep ini jauh lebih besar. Danny Torrance adalah satu dari tiga karakter utama, yang di Doctor Sleep ini dikembangkan dengan baik. Ada pula Abra Stone yang merupakan scene stealer dari Doctor Sleep, dengan kemampuan layaknya Danny dan persona remaja yang proaktif, membuat karakternya ini sangat lovable. Selain dua karakter tersebut, muncul Rose the Hat, ketua dari kelompok khusus bernama True Knot, yang kemunculannya terasa cukup mengerikan seiring film berjalan, membuat Rose ini mungkin salah satu villain paling mengerikan di film horror di tahun 2019 ini. Jadi, kudos buat Ewan McGregor dan Rebecca Ferguson yang mampu memerankan karakter mereka dengan sangat baik disini, dan juga untuk Kyliegh Curran yang mampu mengimbangi dua aktor senior tersebut, mengingat ini adalah debut nya bermain di film panjang. Sisanya ya mampu berperan mendukung tiga karakter utama ini dengan baik, berkat screen time yang terasa pas, sayangnya ya tidak terlalu memorable dibandingkan karakter-karakter utamanya.

Layaknya The Shining, Doctor Sleep ini tidak menggunakan trope khas film horror kekinian, yaitu jumpscare, karena Doctor Sleep ini lebih bertumpu ke atmospheric horror, mengandalkan lebih banyak permainan kamera yang ciamik, penggunaan set yang mampu menciptakan atmosfer tegang yang terasa nyata, scoring yang mampu membuat suasana di satu adegan menjadi makin tegang, serta adegan kekerasan yang bisa dibilang cukup bisa bikin ngilu. Ya formula kaya gini sebenarnya bagus, tapi ya sayang eksekusi akhirnya cuman bisa bikin impresi tegang aja, bukan yang beneran ketakutan banget gitu (ini mungkin karena udah sering nonton film horror kali ya, jadi udah kebal kalo dikasih adegan model ginian hahaha).

Verdict

Doctor Sleep adalah film horror yang terlihat sangat faithful terhadap prekuelnya, didukung dengan penceritaan yang rapi, karakter dan cast yang mantap, serta aspek teknis yang sama ciamiknya, namun sayang elemen horror yang anti-mainstream ini kurang terasa horror, namun lebih ke thriller aja.

Final Score

8.5 / 10

Writer: Galih Dea Pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s