#InstaLie: Ketika Dunia Mayamu Mencederai Dunia Nyatamu

Setiap tahun, selalu ada perhelatan film indie yang diadakan oleh berbagai vendor. Salah satu dari vendor tersebut adalah L.A., produk rokok yang ditawarkan oleh PT Djarum, yang sudah menampilkan eksistensinya di Indonesia dalam hampir dua dekade. Selain sebagai produsen rokok terkemuka di Indonesia, L.A. ini seringkali mengadakan berbagai event yang terasa anak muda banget, salah satunya adalah kompetisi L.A. Indie Movie, dimana berbagai sineas indie memaparkan film-film pendek buatan mereka, dengan berbagai tema yang mereka usung.

InstaLie (bergaya tulisan #InstaLie) adalah satu dari tiga film pendek yang menjadi finalis dari L.A. Indie Movie 2019 lalu, selain Konspirasi Gaib dan Nasintel (semoga kedepannya dua film ini bisa saya tulis di artikel selanjutnya), yang saat ini sudah bisa kalian tonton di dua platform streaming dari Asia Tenggara, yakni Iflix dan Viddsee. InstaLie sendiri disokong oleh Fourcolours Films dan Padi Padi Creative, disutradarai oleh Luthfi Dzulfikar, serta dibintangi oleh Adelheid Bunga, Apriyanto Tri Adha, dan Sidney Simon Putri.

InstaLie mengangkat kisah seorang selebgram (yang sepertinya) kemarin sore, yang kemudian menjadi internet sensation karena tindakannya yang terbilang terlalu passionate dengan media sosialnya. Sekilas, memang terlihat berlebihan, namun itulah sebenarnya yang sering kita temui di dunia nyata yang kita tinggali saat ini.

Naluri manusia pada umumnya adalah ingin terlihat baik di mata manusia lainnya, mau dilakukan di dunia nyata, maupun di dunia maya, hal tersebut sangat lumrah adanya. Dan manusia cenderung bisa menjadi sangat passionate akan suatu hal karena hal tersebut dianggap menguntungkan baginya, bisa karena menghasilkan pundi-pundi penghasilan, bisa dengan memberikan banyak follower sampai akhirnya dia bisa menciptakan sekte dengan dia sebagai “dewa”-nya, dan berbagai alasan lainnya. Namun di saat yang sama, karena menjadi terlalu passionate, manusia tidak menyadari bahwa dirinya telah mencederai manusia-manusia di sekitarnya, terutama pada yang benar-benar menyayangi mereka.

Ketika menjadi passionate seakan mulai membuat manusia lupa akan dirinya, ada satu cara yang dapat dilakukan untuk membuat manusia tersebut berhenti: jadikan dia sebagai internet sensation. Bukan internet sensation yang dipandang baik, melainkan internet sensation yang membuat manusia lain tidak menyukainya, bahkan bisa saja si internet sensation ini diludahi apabila ditemui di tempat-tempat umum, seperti eks-YouTuber yang sudah tobat dengan berpindah haluan dari platform nya yang telah membesarkan nama dia, namun sekaligus membuat dirinya sempat menjadi public enemy number one.

Dan itulah makna dari InstaLie ini, yang sepertinya bisa dijadikan pembelajaran bagi para selebriti di internet, ataupun yang akan jadi selebriti kelak. Dengan hadirnya InstaLie ini, penontonnya bisa tahu betapa kelamnya kemungkinan bagi seseorang yang telah jatuh dalam dunia per-seleb-an di dunia maya, bagaimana passion seseorang terhadap dunia maya bisa mencederai orang lain di dunia nyata, dan bagaimana dunia maya bisa mem-backstab mu sehingga berpotensi menghilangkan segala benefit yang kamu dapat sebagai seleb dunia maya. Dan di saat itulah, kamu akan menyadari bahwa dunia maya bukanlah segalanya, karena di dunia nyatalah kamu hidup, dengan orang-orang yang juga nyata, bukan internet personality belaka.

Mungkin inilah alasan mengapa Fourcolours Films, melalui Ifa Isfansyah selaku produser, berani bertaruh melalui InstaLie ini, yang sepertinya dianggap sebagai representasi semi-accurate (atau bahkan accurate) tentang bahayanya dunia maya bagi dunia nyata seseorang. Dan Luthfi Dzulfikar, selaku sutradara InstaLie, berhasil mengarahkan film pendek ini menjadi suatu tontonan yang bisa menjadi semacam terapi bagi orang-orang di luar sana, terutama saya, untuk tidak terlalu terpaku dengan dunia maya setiap saat.

 

Writer: Galih Dea Pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s